Renungan Rabu Abu
Oleh: Sr.M. Petronella Sipayung SFD-Yunior
III
Saudara
saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus
Kristus. Hari ini kita memulai masa
Prapaskah dengan menerima abu di dahi. Abu mengingatkan bahwa kita manusia rapuh dan fana yang
membutuhkan pertobatan. Ia juga mengingatkan kita bahwa hidup dengan rendah
hati dihadapan-Nya. Rabu Abu mengajak kita masuk ke kedalaman hati, ke tempat
dimana hanya kita dan Allah yang tahu apa bagaimana situasi hati kita.
Dalam Injil Matius 6;1-6, Yesus
mengingatkan para murid agar tidak melakukan kebaikan supaya dilihat orang. Berdoa,
memberi sedekah dan berpuasa bukanlah soal tampilan luar tetapi tentang hati
yang sungguh terarah kepada Allah. Yesus mengajak kita untuk masuk” keruang
batin”yang sunyi, tempat perjumpaan yang jujur dengan Bapa. Sering kali tanpa
sadar, kita lebih sibuk menjaga penilaian orang lain dari pada memeriksa niat
hati sendiri. Kita ingin terlihat baik, saleh dan benar. Yesus mengundang kita untuk berhenti sejenak masuk
ke “kamar batin”dan bertanya dengan jujur untuk siapa semua ini ku lakukan?
Ada
cerita singkat : Suatu hari seorang ibu
sederhana setiap pagi menyapu halaman
Gereja. Ia datang lebih awal, saat belum ada orang lain. Tidak ada yang memuji,
tidak ada yang memperhatikan. Ketika ditanya mengapa ia melakukannya, ibu itu
menjawab pelan ”saya melakukannya supaya Tuhan senang, bukan supaya orang
melihat”. Jawaban sederhana tetapi
menyentuh hati. Ia melakukan kebaikan bukan untuk dilihat orang melainkan
sebagai ungkapan cintanya kepada Allah.
Yesus
pun mengajak kita belajar dari sikap seperti itu, kebaikan yang lahir dari
hati tulus, doa yang dipanjatkan dalam
kesunyiaan dan pertobatan yang tidak perlu diumumkan. Allah melihat apa yang
tersembunyi dan disitu lah Ia bekerja. Abu yang kita terima hari ini bukan hiasan rohani, tetapi panggilan untuk
berubah. Hal ini mengingatkan kita bahwa hidup ini fana dan karena itu harus
dijalani dengan kasih, kerendahan hati dan kejujuran di hadapan Allah.
Saudara saudari terkasih, masa Prapaskah
ini kita berani masuk ke “kamar batin kita”. Biarlah pertobatan kita tidak
sekedar tampak diluar, tetapi sungguh terjadi di dalam hati. Berbuat baiklah
meski tidak ada yang melihat, berdoalah meski tidak ada yang memuji, berpuasalah
bukan untuk dipamerkan tetapi untuk mengosongkan diri agar Tuhan semakin
memenuhi hidup kita.Tuhan melihat yang
tersembunyi, melihat setiap niat baik dan air mata pertobatan kita. Semoga
Prapaskah ini menuntun kita menjadi pribadi yang lebih tulus mengasihi dan
setia berjalan bersama Tuhan. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita. Amin. Salam
SFD . Salam kasih dari komunitas Pasar VIII – Medan
Rabu 18 Februari 2026
Video
/fa-clock-o/ TRENDING$type=list
-
Pembaharuan Kaul Inti hidup membiara atau hidup berkaul adalah kita ingin menyerahkan diri penuh kepada Tuhan yang telah memanggi...
-
Sejarah Lahirnya SFD di Dongen Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Perancis pada tahun 1789...
-
MASA ASPIRAN Masa Aspiran merupakan masa dimana para calon dalam tahap paling dini diperkenalkan kehidupan membiara. Pada m...
-
Karya pelayanan yang dikelola oleh Suster SFD dijiwai oleh spiritualitas Kongregasi dan semangat Para pendiri yaitu bersemangat ...
-
Daftar Komunitas di Pulau Sumatera 1. Komunitas Santo Fransiskus Jl. Palang Merah Medan 2. Komunitas Maria Ratu Damai Kabanjahe 3. ...
RECENT WITH THUMBS$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0
RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=5
REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments
RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=5$src=random-posts
/fa-fire/ YEAR POPULAR$type=one
-
MASA ASPIRAN Masa Aspiran merupakan masa dimana para calon dalam tahap paling dini diperkenalkan kehidupan membiara. Pada m...
-
UJUD KERASULAN DOA KWI DAN UJUD DOA SFD INDONESIA TAHUN 2016 PERSEMBAHAN HA...
-
Pembaharuan Kaul Inti hidup membiara atau hidup berkaul adalah kita ingin menyerahkan diri penuh kepada Tuhan yang telah memanggi...
COMMENTS