Harmoni Dalam Perbedaan
Oleh: Sr M Tarsisia Turnip SFD
Kurang lebih 4 tahun lalu saat saya libur pertama kalinya dari biara, saya mengajak sahabat saya semasa SMA untuk bertemu. Dengan senang hati sahabat saya menanggapi ajakan tersebut, karena memang sudah tiga tahun tidak bertemu. Dalam perjumpaan itu ada rasa bahagia, dan saling bangga karena keberanian kami berdua dalam menjalani pilihan hidup kami masing-masing. Pada saat itu dia sedang berjuang di bangku perkuliahannya, dan saya juga sedang menjalani panggilan Tuhan dalam kongegasi SFD. Dalam hangatnya perjumpaan kami, dia juga mengajak teman kampusnya untuk ikut bersama kami. Tidak menjadi masalah bagi saya, namun ada rasa sedikit canggung karena temannya itu berbeda keyakinan dengan kami berdua. Awalnya saya mengira bahwa temannya mungkin tidak akan mau berbicara dengan saya, namun justru apa yang saya pikirkan salah. Dengan terbuka ia mau bercerita pengalamanya dan merasa senang karena boleh bertemu dengan saya.
Setelah 4 tahun berlalu ada kesempatan yang berahmat karena kami boleh bertemu kembali. Saat teman saya berlibur kami bertemu kembali dan saling bercerita. Rasa canggung yang dulu ada sekarang suasana semakin mencair. Ada kehangatan, tawa, dan percakapan sederhana yang membuat jarak pemisah itu hilang.
Tak bisa dipungkiri bahwa manusia memang akan berhadapan dengan kenyataan yang tidak bisa dihindari. Salah satunya perbedaan. Berbeda dalam bahasa,budaya,cara berpikir, dan terutama dalam keyakinan. Perbedaan sering kali jadi tembok pemisah, sehingga tercipta jarak yang sulit untuk dilampaui.
Manusia memang cenderung mengelompokkan diri, karena memang hal ini merupakan mekanisme alami untuk mencari rasa aman dan nyaman dengan mereka yang memiliki kesamaan dengan kita sehingga akibatnya melahirkan batas-batas yang kaku dan prasangka buruk yang tumbuh tanpa disadari.
Hidup memiliki caranya sendiri untuk mengoreksi cara pandang terhadap perbedaan. Semakin saya membuka diri, semakin saya menyadari bahwa dibalik perbedaan keyakinan ada nilai-nilai yang mengajarkan kebaikan, kasih , dan penghormatan terhadap sesama. Tak ada satupun yang mengajarkan kebencian sebagai suatu tujuan dalam agama masing-masing. Perbedaan yang tampak dipermukaan ternyata tidak menghapus kesamaan yang sangat mendasar, bahwa saya dan kamu yang berbeda dan kita semua dalah manusia yang ingin hidup dengan damai. Perbedaan yang dulu pernah saya anggap sebagai pemisah, kini menjadi jembatan untuk memberi warna yang indah.
Pelangi indah karena memiliki warna yang berbeda. Perbedaan mengajarkan saya untuk memeluknya. Perbedaan tak harus disamakan, tetapi bagaimana saya menyelaraskan. Sebab keindahan tidak pernah lahir dari keseragaman, melainkan dari harmoni dalam keberagaman. Memahami tidak selalu harus saling menyetujui dan menghormati bukan berarti kehilangan identitas. Justru melalui perbedaan saya semakin mengenal siapa diri saya, dan semakin mampu melihat keunikan dan keindahan dalam perbdeaan. Perbedaan tidak menjadi penghalang untuk berteman. Yang menjadi penghalang ketika mengganggap diri paling benar dan ketidakinginan untuk saling memahami.
Pertemanan dengan mereka yang berbeda keyakinan memampukan saya untuk keluar dari zona nyaman dan melihat bahwa kemanusiaan lebih besar daripada perbedaan. Cinta dan penghormatan tidak mengenal batas melainkan ruang dimana kita saling percaya akan tujuan yang lebih baik yaitu perdamaian dan hidup yang saling berdampingan. Apapun dapat diupayakan ketika saya, kamu dan kita semua berjalan bersama.
Selamat merayakan hari raya Idul Fitri bagi saudara/I yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin.
Video
/fa-clock-o/ TRENDING$type=list
-
Pembaharuan Kaul Inti hidup membiara atau hidup berkaul adalah kita ingin menyerahkan diri penuh kepada Tuhan yang telah memanggi...
-
Sejarah Lahirnya SFD di Dongen Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Perancis pada tahun 1789...
-
MASA ASPIRAN Masa Aspiran merupakan masa dimana para calon dalam tahap paling dini diperkenalkan kehidupan membiara. Pada m...
-
Karya pelayanan yang dikelola oleh Suster SFD dijiwai oleh spiritualitas Kongregasi dan semangat Para pendiri yaitu bersemangat ...
-
Daftar Komunitas di Pulau Sumatera 1. Komunitas Santo Fransiskus Jl. Palang Merah Medan 2. Komunitas Maria Ratu Damai Kabanjahe 3. ...
RECENT WITH THUMBS$type=blogging$m=0$cate=0$sn=0$rm=0$c=4$va=0
RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=5
REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments
RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=5$src=random-posts
/fa-fire/ YEAR POPULAR$type=one
-
MASA ASPIRAN Masa Aspiran merupakan masa dimana para calon dalam tahap paling dini diperkenalkan kehidupan membiara. Pada m...
-
UJUD KERASULAN DOA KWI DAN UJUD DOA SFD INDONESIA TAHUN 2016 PERSEMBAHAN HA...
-
Pembaharuan Kaul Inti hidup membiara atau hidup berkaul adalah kita ingin menyerahkan diri penuh kepada Tuhan yang telah memanggi...
COMMENTS