RUMAH KU UNTUK PULANG

 

RUMAH KU UNTUK PULANG

                                           Oleh: Sr M Tarsisia Turnip SFD

Sejak pertama kali aku merasakan panggilan untuk masuk  biara, dalam benakku  terbersit  sebuah tempat yang tenang dan penuh damai, bagaikan surga kecil di dunia. Aku membayangkan biara sebagai ruang kudus yang dipenuhi dengan orang orang yang telah selesai dengan luka masa lalunya. Jauh dari hiruk pikuk dunia dan bebas dari pergulatan batin. Itulah khyalanku saat melihat biara dari kejauhan.

Seperti fajar yang perlahan berganti siang, keindahan yang pernah kubayangkan itu pelan-pelan disibak oleh kenyataan hidup setelah aku melewati gerbang biara dan perlahan masuk kedalamnya.  Situasi yang saya alami perlahan membuka mataku untuk melihat bahwa ternyata keadaan tidak selalu nyaman, dan  tidak selalu tenang.  Ada rasa kecewa   yang  menimbulkan pertanyaan dalam benakku ; bagaimana mungkin tempat yang seharusnya menjadi ruang kudus justru mempertemukanku dengan orang- orang yang membawa banyak kepingan luka yang belum selesai. Tapi justru inilah yang menjadi langkah awal dalam perjalanan penyembuhanku dimulai, disaat aku dihadapkan bukan hanya pada lukaku, tapi juga dengan luka orang lain. Perlahan aku mendengarkan panggilan yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.  Sebuah bisikan lembut yag menyadarkanku bahwa biara bukan tempat mencari aman. Aku datang bukan sebagai seorang yang sembuh, tetapi sebagai seorang peziarah yang remuk, yang sedang mencari cahaya ditengah gelap.

Dalam situasi komunitas yang kadang kala tidak mudah, aku banyak merasakan dinamika yang memaksaku untuk keluar dari zona nyaman. Kadang aku merasa sendiri, tidak dimengerti, bahkan terluka kembali oleh mereka yang juga membawa luka.  Tapi justru dalam ruang inilah aku melihat dan merasakan bagaimana Tuhan bekerja lewat ketidaksempurnaaan itu.  Aku mulai belajar bahwa luka tidak untuk diabaikan, tidak untuk ditolak, dan tidak untuk disembunyikan di balik jubah suci ini. Luka adalah bagian kisah yang Tuhan ingin ubah menjadi sebuah berkat yang luar biasa.

Aku belajar bahwa komunitas bukanlah tempat yang ideal, tetapi tempat yang nyata. Tempat dimana aku belajar untuk mencintai tanpa syarat,  melalui pengampunan, kesabaran dan dengan kesetiaan untuk tetap tinggal bersama-Nya meskipun dalam situasi ingin lari dari kenyataan. Komunitas menjadi tempat di  mana aku menemukan sebuah cermin yang memantulkan diriku yang sebenarnya,bahwa aku bukan pribadi yang sempurna, akan tetapi pribadi yang dikasihi.

Di tengah semuanya itu, aku mulai menyadari dan merasakan bahwa ini rumahku. Rumah bukan karena semuanya baik-baik saja, tetapi komunitas inilah menjadi tempatku untuk pulang. Pulang kepada diriku sendiri, kepada Dia yang memanggilku dan pulang kepada sesama yang dipulihkan-Nya untuk berjalan bersamaku. Biara bukan tempat pelarian dari luka, tetapi ruang suci dimana luka-lika itu diolah bersama dalam terang kasih-Nya. Komunitas bukan tempat orang orang yang sudah selesai dengan luka di masal lalunya, tetapi tempat di mana kami bersama-sama mau berproses.

Dalam keheningan aku menemukan arti pulang. Pulang adalah ketika aku merasa diterima meski aku belum sempurna. Pulang adalah ketika aku berani membuka diri, berani mengampuni dan membiarkan Tuhan bekerja dalam kerapuhanku. Pulang adalah ketika aku berhenti menuntut kesempurnaan dari orang lain, dan mulai menumbuhkan kasih yang nyata dari luka yang telah disembuhkan oleh-Nya.


Komunitas SFD Biara St. Fransiskus Pasar VIII Medan

 

 


COMMENTS

Nama

Artikel,38,berita,12,carousel,11,Dies Natalis 215 Tahun,1,Ekspo Panggilan,1,Feature,7,galeri,5,Indahnya Persaudaraan,2,Kalimantan Barat,1,Kontak kami,1,pastoral,5,pendidikan,7,pendiri,1,Sosial,1,Tulisan Populer,4,Tulisan terbaru,8,ujud kerasulan doa SFD,1,utama,20,Visitasi di Banjarmasin,1,Week End di Pati,4,
ltr
item
Kongregasi Suster-Suster Fransiskus Dina (SFD) | Indonesia: RUMAH KU UNTUK PULANG
RUMAH KU UNTUK PULANG
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhiAImEh81aVXQFKFKjtJ2Sr6ovsyu-ATCCaFNHGtfDZ6xV5pWksx-42G-m52HLpXSzafTUIn57mJKouw6yRhk59cqTyHwMCRQHumDO0Bnsff8wj7otVc6Tb_28a-EFamzDx3xTLhmHjxBUmq0iyQC7EZcsD4vrRhvbB3BeN0C4tIo3HiiOGX4uNXUEWeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhiAImEh81aVXQFKFKjtJ2Sr6ovsyu-ATCCaFNHGtfDZ6xV5pWksx-42G-m52HLpXSzafTUIn57mJKouw6yRhk59cqTyHwMCRQHumDO0Bnsff8wj7otVc6Tb_28a-EFamzDx3xTLhmHjxBUmq0iyQC7EZcsD4vrRhvbB3BeN0C4tIo3HiiOGX4uNXUEWeg=s72-c
Kongregasi Suster-Suster Fransiskus Dina (SFD) | Indonesia
https://www.kongregasi-sfd.org/2026/05/rumah-ku-untuk-pulang.html
https://www.kongregasi-sfd.org/
https://www.kongregasi-sfd.org/
https://www.kongregasi-sfd.org/2026/05/rumah-ku-untuk-pulang.html
true
2806446007423684193
UTF-8
Muat Semua Tulisan tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Home PAGES POSTS Lihat Semua Direkomendasikan LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tuisan yang anda cari tidak ditemukan Kembali Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy